Monday, November 30

Menyimak 7 Kabar Pasar, Suspensi MI hingga Akuisisi Pinehill

Jakarta, CNBC Indonesia – Mulai dibukanya aktivitas perekonomian dengan skenario normal baru ( new normal ) menjadi katalis positif yang membakar bursa saham Tanah Air menguat.

Pada perdagangan Selasa (26/5/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di teritori pasti dengan penguatan sebesar 1, 77% ke posisi 4. 626, 79.

Nilai transaksi pasar uang mencapai Rp 7, 22 triliun dengan volume sebanyak 7, 17 miliar saham. Adapun frekuensi perniagaan mencapai 473 ribu kali transaksi. Namun, investor masih membukukan jual bersih Rp 220, 43 miliar.



Sebelum memulai perniagaan Rabu (26/5/2020), cermati aksi & peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:

1. OJK Bersih-bersih Lagi, 7 Reksa Uang Sinarmas Asset Dibekukan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  menghentikan sementara pembelian maupun switching buatan reksa dana yang dikelola sebab Sinarmas Asset Management. Kebijakan suspensi ini dilatarbelakangi oleh instruksi OJK melalui surat edaran pada 20 Mei 2020.

Beberapa buatan di antaranya 7 produk dengan reksa dana Sinarmas  yang dibekukan, antara lain, Danamas Pasti, Danamas Stabil, Danamas Rupiah, Danamas Rupiah Plus. Selanjutnya, Simas Saham Primadona, Simas Syariah Unggulan dan Simas Syariah Berkembang.

Executive Director Sinarmas Asset Management, Jamial Salim mengucapkan, pembekuan sementara 7 reksa dana tersebut karena telah terjadi volatilitas harga obligasi dan likuiditas dalam pasar menjadi ketat serta terbatas, sehingga sulit mencapai harga berniaga yang wajar.

Kejadian ini menyebabkan kami melakukan pencatatan harga aset  yang lebih persetujuan di bawah harga pasar, yang tidak sesuai dengan ketentuan harga wajar pada produk Reksadana Danamas Mantap Plus dan Reksadana Simas Syariah Pendapatan Tetap. Namun bersamaan dengan membaiknya pasar, kami telah menyesuaikan harga aset  dimaksud mengikuti mengkomunikasikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), katanya dalam keterangan tertulisnya.

2. Indofood Resmi Akuisisi Pinehill Rp 45 T
Setelah didengungkan semenjak Februari 2020, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) kesimpulannya meneken perjanjian jual beli bersyarat dengan Pinehill Corpora Limited serta Steele Lake. Nilai transaksi dengan diteken pada Jumat 22 Mei saat libur Lebaran itu menyentuh US$ 2, 99 miliar ataupun sekitar Rp 44, 55 triliun (asumsi kurs Rp 14. 900/US$).

Objek transaksi adalah pertama, seluruh saham Pinehill Company Limited yang dimiliki oleh Pinehill Corpora, yaitu sebanyak 70. 828. 180 saham yang merupakan 51% dari total saham yang telah diterbitkan Pinehill Company.

Kedua, seluruh saham Pinehill Company Limited yang dimiliki oleh Steele Lake, yaitu sebanyak 68. 050. 408 saham atau 49% sebab total saham yang telah diterbitkan oleh Pinehill Company.

Secara rinci, berdasarkan perjanjian tersebut yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Pinehill Corpora dan Steele Lake atau para pedagang setuju dengan syarat untuk menjajakan dan mengalihkan seluruh saham dengan telah diterbitkan oleh Pinehill Company yang saat ini mempunyai pelibatan saham dalam anak perusahaan dengan dikonsolidasikan.

3. Tumbuh 3, 5%, Telkom Raih Laba Bersih 2019 Rp 18, 66 T
Di tengah kondisi industri yang disruptive dan penuh tantangan serta pertarungan yang ketat, PT Telkom Nusantara (Persero) Tbk (TLKM) sepanjang tahun 2019 berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 135, 57 triliun tumbuh positif sebesar Rp 4, 78 triliun atau 3, 7% dibanding tahun 2018.

Laba sebelum bunga, pajak, kemerosotan, dan amortisasi (EBITDA) perseroan tarikh 2019 tercatat Rp 64, 83 triliun tumbuh 9, 5% dipadankan setahun sebelumnya. Adapun Laba Terang yang diraih mencapai Rp 18, 66 triliun tumbuh 3, 5% dari setahun sebelumnya

Digital Business Telkomsel dan IndiHome tumbuh signifikan dan menjadi kontributor utama pertumbuhan perseroan. Pada bagian Mobile, Telkom melalui entitas budak Telkomsel, masih mengukuhkan diri sebagai operator dengan basis pelanggan terbesar di Indonesia, yaitu 171, satu juta pelanggan dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 110, 3 juta pelanggan.

4. Saham Turun 48%, Bumi Serpong Damai Buyback Rp 1 T
Emiten properti Grup Sinarmas, PT Dunia serpong Damai Tbk (BSDE) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham perseroan senilai Rp 1 triliun. Hal ini mempertimbangkan kondisi rekan yang berfluktuasi signifikan yang membuat saham BSDE melemah 48% sejak awal tahun ini.

Direktur Bumi Serpong Damai, Hermawan Wijaya menyatakan, pembelian kembali saham ( buyback ), akan dilaksanakan pada 19 Maret hingga 18 Juni 2020. Adapun pembelian kembali saham ini akan dilakukan di harga yang dianggap wajar oleh direksi dengan mengindahkan ketentuan yang berlaku.

Dilaksanakannya buyback ini juga sejalan secara diterbitkannya Surat Edaran dari Dominasi Jasa Keuangan No. 3/SEOJK. 04/2020 pada 9 Maret 2020 menghantam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan. Tidak hanya itu, OJK juga membolehkan emiten melakukan buyback tanpa melalui proses Rapat Ijmal Pemegang Saham (RUPS).

5. Hadapi New Normal, MI Racik Ulang Strategi Investasi
Menjelang dibukanya kegiatan perekonomian kembali dengan status normal baru, sejumlah manajer investasi meracik ulang strategi investasi. Selain melakukan diversifikasi, MI juga akan cenderung konservatif pada tahun tersebut mempertimbangkan kondisi pasar yang sedang akan menantang.

Penasihat Utama PT Danareksa Investment Management, Marsangap P. Tamba, kepada CNBC Indonesia mengatakan, pada tahun tersebut perseroan masih akan menerapkan kecendekiaan menjaga portofolio saham 8% dibanding aset yang dikelola.

Sebesar 62% portofolio dana kelolaan di instrumen berbasis suku bunga seperti reksa dana pendapatan tetap, obligasi korporasi dengan peringkat baik dan surat utang negara (SUN). Hal ini juga termasuk reksa dana pasar uang dan reksa dana terproteksi dan 30% uang kelolaan lainnya diinvestasikan di perlengkapan alternatif seperti reksa dana pelibatan terbatas.

“Untuk bagian sektor-sektor yang relevan seperti telco, consumer staple sepertinya masih relevan pada masa Covid-19 ini, ” tuturnya, Selasa (26/5/2020).

6. Indocement Tutup 7 Pabrik, Gaji Direksi-Komisaris Dipangkas
Emiten produsen semen Grup HeidelbergCement AG asal Jerman, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menyampaikan perkembangan operasional perusahaan sebagai dampak dibanding pandemi virus corona (Cobid-19) dengan mengantam ekonomi global dan dalam negeri.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan INTP Oey Marcos mengatakan dampak pandemi berimbas di penghentian operasional sebagian pabrik kongsi dan unit operasional entitas budak perusahaan akibat penurunan permintaan, hasil dari penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di beberapa provinsi di Indonesia.

Suasana kelangsungan usaha perseroan secara ijmal tidak terganggu secara langsung sebab Covid-19 namun perseroan memperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan akibat buah dari PSBB yang diterapkan pada beberapa wilayah di Indonesia.

7. Bos Axiata Mau Caplok Kongsi Telko RI, Siapa Targetnya?
Perusahaan telekomunikasi asal Malaysia, Axiata Group Bhd tengah menjajaki mulut untuk segera mengakuisisi perusahaan telekomunikasi saingannya yang lebih kecil di Indonesia dalam upaya melakukan konsolidasi industri telekomunikasi guna memangkas beban di tengah persaingan ketat.

Selain itu rencana masukan ini juga ingin dipercepat era ekonomi global dilanda pandemi Covid-19. Namun Chief Executive Axiata Jamaludin Ibrahim menolak menyebutkan secara istimewa siapa perusahaan telco asal Indonesia yang dimaksud.

Dia hanya menyebutkan rencana akuisisi pusat dijajaki dan segera dipercepat. “Kecuali untuk pemain terbesar, saya mampu memberitahu Anda saat ini awak sedang berbicara dengan semua karakter [perusahaan target] untuk sewarna pengaturan [transaksi], ” kata pendahuluan Ibrahim dalam sebuah wawancara di dalam Sabtu, dilansir Reuters, Selasa (26/5/2020).

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)