Monday, September 21

Dongeng Tenaga Lab Memegang Virus Corona 6 Jam per Hari

Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Para tenaga medis yang berlaku di laboratorium berhadapan dengan virus corona (COVID-19) minimal 6 jam setiap hari. Dengan balutan tebal alat pelindung diri (APD) mereka kesulitan untuk minum, makan, & ke toilet ketika bekerja.

Cerita tersebut diungkapkan oleh Pakar Bicara Pemerintah Khusus untuk COVID-19, Achmad Yurianto ketika mengunjungi Bangsal Besar Tekonologi Kesehatan Lingkungan dalam Jakarta. Ini merupakan salah satu lab yang ditugaskan untuk menguji COVID-19 dengan metode real time Polymerase chain reaction (PCR).

“(Mereka) Harus berhadapan tepat dengan virus selama 6 jam, dengan menahan keinginan untuk ke kamar kecil, menahan keinginan buat minum, untuk makan, dan seterusnya nonstop, ” kata Yuri pada Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (25/5).



“Kami hormat & berterima kasih atas dedikasi rekan-rekan sekalian dari Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia. Karena Anda memiliki peran yang luar lazim di dalam kaitan dengan pengerjaan COVID-19 ini. Ini yang kudu kita apresiasi, dan kita yakini mereka adalah pekerja yang cakap, yang tidak mengenal hari libur, yang terus melayani kita semuanya, ” ungkap Yuri.

Yuri juga telah melihat sendiri dengan jalan apa para tenaga kesehatan bekerja tanpa mengenal lelah. Tentunya hal tersebut semata-mata hanya untuk memerangi pandemi yang disebabkan oleh virus corona jenis baru.

“Beberapa hari yang lalu, saya mengunjungi Rumah Sakit Darurat COVID pada Wisma Atlet. Kita lihat bagaimana saudara-saudara kita, tenaga kesehatan dalam sana bekerja tanpa mengenal uang, ” ungkap Yuri.

Oleh sebab itu, Yuri mengimbau kepada masyarakat untuk mulai memperbaiki perilaku, mengubah pandangan dan memelihara diri, serta selalu mematuhi aturan dari pemerintah untuk selalu menegakkan protokol kesehatan. Sebab, hanya tersebut yang dapat menjadi cara buat memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19, sekaligus meringankan pikulan para tenaga kesehatan.

“Mari kita betul-betul mampu mengubah muncul, menjaga diri, agar kasus tidak semakin banyak, ” tutur Yuri. (dob/dob)