Tuesday, October 20

Bengkel Sepatu Nike dan Adidas PHK Massal Hampir 5. 000 Karakter

Jakarta, CNBC Indonesia semrawut Kabar tak merayu jelang Lebaran datang kembali sejak industri alas kaki di dalam negeri. Setelah Produsen sepatu PT Shyang Yao Fun Kota Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal  2. 500 karyawannya, saat ini sebuah pabrik sepatu di Rekan Kemis, Kabupaten Tangerang, juga menyelenggarakan PHK massal, diduga karena konsekuensi covid-19.

Di media sosial beredar kabar soal PHK massal yang dilakukan oleh PT Victory Chingluh yang diunggah @AboutTNG. “Karyawan PT Victory Chingluh Indonesia yang terletak di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang melakukan kelulusan pabrik pasukan COVID-19”

Direktur Manajer Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman  Bakri belum bisa menyampaikan keterangan lebih dalam soal laporan itu, ia hanya mengakui bahwa PT Victory Chingluh Indonesia adalah anggotanya.



“Sementara kebijakan APRISINDO belum bisa memberikan pernyataan apapun. PT Victory Chingluh memang anggota kami, ” kata Firman kepada CNBC Indonesia , Sabtu (23/5).

Berdasarkan laman resminya, PT Victory Chingluh Nusantara merupakan perusahaan sepatu global yang berasal dari Taiwan dengan buyer-buyer dari merek ternama seperti Nike, Adidas, Mizuno. Mereka memiliki 7 pabrik di China, 3 pabrik di Vietnam termasuk 2 pabrik memproduksi sepatu Nike dan satu memproduksi Mizuno. Selebihnya 2 bengkel di Indonesia memproduksi sepatu Nike sejak 2010 dan Adidas sejak 2008.

PT Victory Chingluh Indonesia tercatat melayani PHK terhadap 4. 985 karyawannya, berdasarkan laporan mereka ke Biro Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.

“Iya betul ada (PHK), pihak perusahaan sudah menyampaikan ke kami datanya. PT Victory Chingluh Indonesia, 4. 985 (karyawan) PHK dampak COVID-19, ” kata Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Hendra Sabtu (23/5/2020) dikutip dibanding detikcom.

Jumlah PHK 4. 985 pekerja disampaikan sebab pihak PT Victory Chingluh Nusantara, tanggal 19 Mei 2020 kepada Disnaker Kabupaten Tangerang.

[Gambas:Twitter]

Mwenurut Hendra perusahaan sudah mematuhi ketentuan PHK karyawan sesuai secara ketentuan yang berlaku. “Pada periode pertemuan oleh Kepala Dinas sudah disampaikan agar mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari info dengan disampaikan kepada kami (pesangon) dibayarkan, dan gaji sampai bulan Mei masih dibayarkan, ” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)