Tuesday, July 14

Dunkin’ Donuts Tumbang: Tak Bayar THR dan Potong Gaji Karyawan

Jakarta, CNBC Nusantara –   Sektor restoran terus berjatuhan, setelah KFC  merumahkan hampir 5. 000 karyawan & potong gaji karyawan, kondisi yang serupa juga dilakukan  PT  Dunkindo Kekal, pemegang lisensi waralaba donat Dunkin’ Donuts di Indonesia.  

Dunkin’ Donuts salah satu restoran yang terdampak pandemi covid-19. Banyaknya mal yang tutup berimbas di dalam operasi bisnis Dunkin’ Donuts, sehingga yang jadi korban adalah sah pekerja seperti upah dan THR  yang belum dibayarkan.

Serikat pekerja melaporkan bahwa  risiko dan tunjangan hari raya (THR) pekerja sampai Jumat (22/5/2020) tersebut tidak juga dibayarkan oleh perusahaan dengan keputusan sepihak tanpa persetujuan pekerja. Gaji mereka dipotong sampai 50%.


Manajer HRD  Dunkin’ Donuts, Junaidi  mengakui konsorsium pekerja memang tidak diibatkan pada keputusan penundaan THR dan pengeratan gaji, tetapi melalui jalur eksekutif yaitu melalui GM, manager, supervisor, head atau shift leader. Dia bilang aturan dari Kemenaker merupakan melalui persetujuan karyawan bukan konsorsium pekerja.

“Mengenai risiko yang dipotong dan THR yg ditunda sudah sesuai dengan surat edaran menteri tenaga kerja yaitu melalui mekanisme persetujuan karyawan, ” kata Junaidi  kepada  CNBC  Nusantara, Jumat (22/5).

Junaidi mengakui persoalan ini terjadi karena kondisi perusahaa yang terdampak pandemi covid-19. Ia bilang Sebagian mungil karyawan harus dirumahkan karena tersedia toko di mal yang menutup, sehingga pihaknya masih menunggu mal-mal dibuka

“Sebagian luhur toko tutup dan hanya 1 shift, dulu bisa 2 shift. Kita sangat berharap PSBB dilonggarkan karena aturan tersebut sangat memukul usaha kami, ” katanya.

Junaidi menegaskan sampai zaman ini manajemen terus berupaya menutup hak pekerja, salah satunya dengan mempercepat penjualan aset agar sanggup dana segar untuk membayar THR.

“Kalau upah yang dipotong kita jalankan berdasarkan hari kerja yang dilakukan dan meniti persetujuan karyawan, sedangkan THR yang ditunda akan kami bayarkan secepatnya karena kami sedang proses pemasaran aset dengan harga setengah harga normal, ” katanya.

Pada Jumat (22/5), sekitar 200 karyawan Dunkin’ Donuts nekat menerapkan aksi unjuk rasa di Biro Pusat Dunkin’ Donuts  Jalan Hayam  Wuruk  Jakpus, di tengah PSBB. Mereka menuntut hak mereka soal upah yang dipotong dan THR yang belum dibayarkan. Mereka memandang keputusan itu dilakukan sepihak minus persetujuan pekerja.

Foto: Serikat Pekerja Dunkin’ Donuts beredemo menuntut pembayaran upah & tunjangan hari raya (THR) (ist)
Serikat Pekerja Dunkin’ Donuts beredemo menuntut pembayaran upah & tunjangan hari raya (THR) (ist)

“Aksi ini terdesak kami lakukan karena manajemen Dunkin’ Donuts secara sepihak tidak membayarkan THR dan upah secara tepat waktu. Sementara para pekerja dan keluarganya sangat membutuhkan THR itu untuk menyambung hidup di kala PSBB akibat pandemi Covid 19, ” kata Sekretaris Jenderal BAGIAN Indonesia  Sabda Pranawa Djati  di pernyataan resminya, Jumat (22/5).

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)