Thursday, September 24

Pelatuk Orang Menyemut di Soetta, Menulis Air dan AP II Kena Sanksi

Jakarta, CNBC Indonesia – Penumpukan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada  Kamis cepat (14/5)   berujung sanksi kepada operator angkutan udara dan operator bandar udara yaitu Menulis Air dan PT Angkasa Pura II (Persero).

Juru Cakap Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan  Kemenhub via Ditjen Perhubungan Udara telah memberikan sanksi pada Selasa (19/5/2020). Adapun aturan yang dilanggar adalah Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 18 tarikh 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

“Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh inspektur kami, terdapat pengingkaran berkaitan dengan physical distancing yang dikerjakan oleh operator angkutan udara & operator bandar udara, ” sebutan Adita.


“Dari buatan investigasi dari inspektur penerbangan Ditjen Hubud bahwa yang melanggar ialah maskapai Batik Air dengan rute Jakarta- Denpasar ID 6506, ” lanjutnya.

Patuh Adita, operator angkutan udara menyalahi ketentuan yang tertera pada pasal 14 poin b mengenai pembatasan jumlah penumpang paling banyak 50% dari jumlah kapasitas tempat bersandar dengan penerapan jaga jarak fisik (physical distancing).

“Kepada operator angkutan udara yang terbukti melanggar, kami memberikan sanksi berupa pembekuan izin di rute-rute penerbangan yang melanggar tersebut, ” ungkap Adita.

Selain itu, menurut dia, Ditjen Hubud juga memberikan sanksi kepada operator bandar udara.

“Berdasarkan PM 18 tahun 2020, operator prasarana transportasi wajib menjamin penerapan protokol kesehatan berupa sterilisasi rutin melalui penyemprotan disinfektan serta jaga jarak fisik (physical distancing). Hasil investigasi kami menunjukkan kalau terdapat pelanggaran terhadap penerapan physical distancing oleh operator bandar hawa, sehingga kami memberikan surat rujukan agar hal seperti ini bisa diantisipasi dengan baik dan tak kembali terulang, ” kata Adita.

Ia pula menegaskan Kemenhub akan menindak tegas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan transportasi udara.

“Kami harap seluruh stakeholder penerbangan nasional bisa mematuhi aturan dan regulasi dengan berlaku, terlebih lagi kita sedang menghadapi wabah yang terus mengunyah korban jiwa. Kami tegaskan, tidak ada toleransi sedikit pun kepada sekecil apapun pelanggaran yang dikerjakan terhadap peraturan dan regulasi penerbangan nasional, ” kata Adita.

“Seluruh peraturan dan regulasi penerbangan tersebut kami rancang buat memastikan bahwa transportasi udara tak menjadi sarana penyebaran Covid-19 dalam Indonesia. Seluruh stakeholder harus mengindahkan aturan dan regulasi yang tersedia, dan menyadari bahwa operasi penerbangan dikecualikan ini untuk memberikan servis kepada masyarakat dengan tetap melestarikan protokol kesehatan, ” lanjutnya.

[Gambas:Video CNBC]

(miq/hoi)