Monday, May 25

Iuran BPJS Naik, Rumah Sakit: Semoga Pembayaran Lancar

Jakarta, CNBC Indonesia – Kesimpulan pemerintah untuk menaikkan iuran BPJS di tengah merebaknya wabah Covid-19 telah memicu sejumlah tanggapan dibanding berbagai kalangan.   Meski tahu ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu, pemerintah dianggap memanfaatkan Covid-19 untuk mengambil kesempatan menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Morat-marit seperti apakah tanggapan sejumlah Rumah Sakit (RS) mengenai hal itu?

Menurut Susi Setiawaty, Eksekutif Utama Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI),   dampak kemajuan iuran BPJS kesehatan terhadap kemampuan Rumah Sakit belum dapat diukur saat ini karena kebijakan tersebut masih baru diimplementasikan. Tapi, Susi  berharap dengan adanya kenaikan iuran BPJS  ini pembayaran kepada sendi sakit bisa lebih cepat dan lancar.    

“Mudah-mudahan dengan meningkatnya iuran, keberlangsungan JKN ini tetap baik lalu pembayaran kepada RS tentunya berlaku dengan lancar, ” ungkap Susi, dalam dialog bersama CNBC Indonesia, Senin (18/05/2020).



Susi Setiawaty mengatakan kenaikan iuran BPJS merupakan sepenuhnya kewenangan pemerintah, RS sendiri hanya memiliki peran jadi provider dalam layanan kesehatan. Bahkan, kenaikan iuran BPJS sendiri dasar telah dipertimbangkan dengan UU jadi acuan dasar.

” Tentunya kenaikan ini sudah dihitung dengan aktuaria, kami disini sebagai provider memberikan pelayanan sesuai dengan apa yang diharapkan, untuk hitungan kira-kira bisa ditanya ke yang berwenang,,,,,,, iuran tentunya sudah dihitung masak-masak dan sesuai dengan UU BPJS pasal 56 ayat 3 aku rasa, jika kondisi memberatkan tentunya pemerintah bisa menaikkan iuran, ana harapkan pembayaran BPJS kepada RS, ” ujar Susi.

Seperti yang diketahui, dalam pencetus 56 UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Cagaran Sosial, diatur kondisi tertentu dengan memberatkan perekonomian dapat berupa level inflasi yang tinggi, keadaan pasca bencana yang mengakibatkan penggunaan sebagian sumber daya ekonomi negara dan lain sebagainya.

Selanjutnya kondisi tersebut bisa menerbitkan tindakan khusus untuk menjaga kesehatan tubuh keuangan dan kesinambungan penyelenggara agenda Jaminan Sosial antara lain bersifat penyesuaian manfaat, iuran dan/atau leler pensiun, sebagai upaya terakhir. Melihat hal ini, kenaikan iuran BPJS yang dilakukan oleh pemerintah sungguh untuk menyeimbangkan kondisi ekonomi negara yang tengah kritis di pusat pandemi.  

[Gambas:Video CNBC]

(gus)