Thursday, October 22

Hai Rakyat, Pemerintah Minta Siap ‘Hidup Baru’ dengan Corona

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Juru bicara pemerintah untuk penanganan  COVID-19,   Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk bersiap menjalani hidup baru atau “new normal”, sebab menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) virus corona (COVID-19) ini tidak akan hilang di waktu singkat di muka bumi.

“Saatnya kita untuk tiba merubah perilaku kita untuk tumbuh di dalam kondisi bumi yang masih terancam dengan keberadaan COVID-19. Dalam beberapa kali disebutkan sebab presiden, inilah cara kita buat berdamai dengan virus, bukan menyerah, ” ujar Yurianto, Sabtu (16/5/2020)

Namun, kata Yurianto, berdamai bukan berarti menyerah. Masyarakat harus dapat beradaptasi untuk menukar pola hidup dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, benar, serta disiplin.



“Ini dengan kita sebut dengan pola kesibukan yang baru, ” tambah Yuri, sapaan akrab Yurianto.

Yuri mengingatkan masyarakat untuk selalu mengindahkan dan disiplin dalam menjaga renggang (social distancing), selalu mencuci lengah dengan sabun dan air mengalir, mengenakan masker, serta membatasi penjelajahan yang tidak perlu.

Selain itu, Yuri mengatakan asosiasi juga diminta untuk mulai mengganti cara berpikir, sebab kehadiran COVID-19 menghasilkan permasalahan sosial dan ekonomi yang memiliki potensi mengancam ketertiban negara.

“Kita menyadari dalam beberapa waktu terakhir ini banyak saudara-saudara kita yang terdesak tidak bisa bekerja, harus kehilangan pekerjaan. Tentu ini akan menimbulkan permasalah-permasalahan kompleks, ” kata Yuri, “Kita mulai berubah dengan jalan berpikir yang baru.

Di sisi lain, pemerintah selalu masih terus melakukan pemeriksaan tes secara masif, yang kemudian melaksanakan penelusuran (tracing), serta melakukan isolasi ketat terhadap pasien yang ditemukan positif.

Indonesia bagi hari ini memiliki 17. 025 kasus terjangkit, naik 529 karakter. Sementara kasus sembuh meningkat 108 orang menjadi 3. 911, dan kasus meninggal meningkat 13 orang, menjadi 1. 089 kasus.

Kasus ODP di Indonesia kini ada 269. 449 serta sebagian besar sudah selesai dipantau. Sedangkan kasus PDP kini tersedia 35. 069 orang. Setidaknya ada 386 kabupaten dan kota yang terdampak COVID-19 di seluruh provinsi di Indonesia.

Foto: Infografis/ Update covid-19 tanggal16 Mei 2020/Aristya Rahadian Krisabella
Infografis/ Update covid-19 tanggal16 Mei 2020/Aristya Rahadian Krisabella

(gus/gus)